8 tahun mungkin tidak akan pernah berarti apapun untuk kamu saat ini Mungkin saat ini logikamu benar Sekuat apapun aku mempertahankan jika logikamu benar pasti kamu akan benar Aku pikir mencintai itu adalah proses belajar seumur hidup Jika ada yang melenceng maka satu akan menuntun Mungkin 2-3 tahun yang kamu bahas itu kamu sudah berikan semua rasamu untuk aku Maka aku jadi seterlena itu Membuatku berlaku seenaknya katamu Aku tidak akan membela diri pada masa ini karena dititik terakhir salahku banyak Tapi boleh aku merasa dunia tidak adil? Ketika memang ada salahku kamu bisa membuangku saat ini Terlalu panjang cerita kita tapi aku masih ingat dengan jelas bagaimana aku memaafkan kesalahanmu berkali kali Yang mungkin dulu jika aku menggunakan logikaku seperti kamu sekarang maka hubungan ini sudah lama selesai Ya kalau bahas ini aku sudah tau jelas maka jawabanmu pasti kamu bukan aku 2-3 tahun usahamu, aku masih terus ada disampingmu Masih mengusahakan semua rencanamu Seingat...
Ketika usia hampir genap dua lima Lalu lalang orang menuntut untuk dewasa Harapan seringkali dalam wujud ilusi yang bertikai dengan realita Aku disini masih berdiri memilih mauku sendiri atau mengamini kata mereka Hidupku tidak lagi sekedar minum susu dan menumpuk novel Menggambar yang tidak lagi menggugah hari Hidup monoton dalam seragam yang tidak bisa dihindari Harus mempasrahkan diri berteman dengan banyak gelas kopi Ketika usia hampir genap dua lima Satu persatu orang-orang itu lenyap dimakan cinta Sementara dia yang masih berasumsi harus puas dulu dengan masa mudanya Haruskah penantian berakhir bahagia?
Tangisku malam ini dipelukan ibuku Bergumam tentang orang yang tidak lagi bisa aku miliki Terasa getar dadanya karena berbicara, hidupmu masih harus terus berjalan Ma, jika ini memang yang terbaik mengapa terlalu sesak untuk dijalani Seakan hidupku sudah berhenti hari ini Boleh jika aku hidup dalam harapan kosong? Terlalu banyak naif yang tertumpuk Jalan ini apakah tetap lurus saat banyak bagian yang sudah hancur Satu tahun ternyata hanya jadi opera untuk dia Tidakkah lagi benar rasa itu ada atau sedang api yang bersuara Seakan logikaku tidak lagi kini berguna
Komentar
Posting Komentar