Hampir dua lima

Ketika usia hampir genap dua lima
Lalu lalang orang menuntut untuk dewasa
Harapan seringkali dalam wujud ilusi yang bertikai dengan realita
Aku disini masih berdiri memilih mauku sendiri atau mengamini kata mereka

Hidupku tidak lagi sekedar minum susu dan menumpuk novel
Menggambar yang tidak lagi menggugah hari
Hidup monoton dalam seragam yang tidak bisa dihindari
Harus mempasrahkan diri berteman dengan banyak gelas kopi

Ketika usia hampir genap dua lima
Satu persatu orang-orang itu lenyap dimakan cinta
Sementara dia yang masih berasumsi harus puas dulu dengan masa mudanya
Haruskah penantian berakhir bahagia?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu Tetap Semanggi Berdaun Empatku