Sabtu, 20 Mei 2017

Virus merah jambu?

Pak irvan.. Masih jelas diingatan saya, sore itu bapak bercerita banyak tentang mantan-mantan bapak yang sering bapak sakiti karna virus merah jambu..
Sayangnya sekarang saya sudah bukan jadi murid bapak di sma.. Padahal banyak cerita yang ingin saya ceritakan di sela sela belajar menghitung ph larutan itu..
Pak.. Dia bukan laki-laki 22tahun. Bahkan dia juga belum merasakan kehidupan kampus..Dia bisa saja berubah seperti bapak muda dulu.. Yang tiba-tiba terserang virus merah jambu itu.. Dia bisa saja menghianati saya, meninggalkan saya sepihak, sibuk dengan dunianya sendiri.. Apakah saya akan jadi seperti mantan bapak dulu? Yang ditinggalkan dengan alasan bodoh itu.. Apa saya yang terlalu bodoh? Saya yang terlalu takut dia mengenal dunia baru.. "Kamu itu calon-calon perempuan lemah, gampang dibohongin num" sepertinya kata-kata itu akan benar kejadian.. Saya tidak meragukan siapa pun, saya tidak meragukan dia.. Tapi dia sendiri pun ragu, ditambah ketakutan saya yang sangat besar harus menghadapi masa itu nanti..


[Virus merah jambu= ketagihan jatuh cinta]

Jumat, 12 Mei 2017

Menatap senja dalam-dalam
Memudarkan langit merah menjadi pekat bercahaya titik
Seperti kilat dimata itu
Meski terhalang lensa, mata itu tetap ku kagumkan
Seperti mendung yang belum tentu hujan
Seperti rasa ini yang terbalas angan
Apakah aku yang berlebihan?
Apakah hati itu takkanku dapatkan?
Merapalkan apa yang kurasakan.. Belum tentu kamu pahamkan
Bagaimana aku menggetarkan rasamu?
Bagaimana lagi aku harus menahan rasaku yang telah kamu bawa sejak itu?
Sudahkah terketuk pintumu?
Sudah benar-benar menolehkah kamu kearahku?
Ataukah masih terhalang orang itu?
Seperti berperang dalam logika
Aku akan menunggu hingga terkabulkannya doa-doa

Entah masih berfungsi baikkah akalku Atau sudah terhanyut ego-ego Tergesek virus rindu lalu memercikan api-api itu Menahan aku sakit.. M...