Jam duabelas belum cukup malam untuk jadi waktu pengakuan
Aku pikir kamu masih seperti biasa, berniat ngucapin selamat tidur yang manis
Tapi ternyata bukan itu
Pengakuan kamu memang menyakitkan 
Dititik ini aku sempat berpikir kalau aku sudah jadi orang bodoh yang masih mau memaafkan

Tapi nyata bukan itu
Ini seperti jadi pembuktian kalau titik tertinggi mencintai seseorang adalah dengan cepat memaafkan walaupun sudah dikecewakan
Aku bukan meninggikan diriku sendiri 
Tapi aku bahkan ga nyangka aku bisa jadi orang seperti ini karena kamu

Entah gak tau sudah berapa jauh aku mulai membuka pikiranku untuk realita 
Kamu selalu memperlihatkan kenyataan, bahwa dunia ini selalu punya sisi pahit, bukan drama korea yang selalu bahagia tanpa harus berjuang 

Menurut kamu, apa ini jadi salah satu perjuanganku untuk terus memperhankan kita?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamu Tetap Semanggi Berdaun Empatku

Hampir dua lima